Minggu, 20 November 2011

Pemerintahan Daulat Muwahiddin

Sejarah singkat Daulat Muwahiddin

Muhammad bin Taumart seorang pemimpin agama suatu kabilah di Maroko, lama di Irak dan berguru pada Imam Al Ghazali. setelah itu kembali ke Afrika dan mengajarkan tauhid dan mengaku sebagai Al Imamul Maksum (Pemimpin yang terjaga dari dosa) dan mengaku silsilahnya bersambung dengan Ali bin Abi Thalib.
setelah pengikutnya bertambah ia mendirikan kerajaan yang dinamai Daulat Muwahiddin. Daulat ini memberantas faham yang menganggap tuhan itu mempunyai bentuk (ANTRHOPOMORPHISME) dan faham yang identik dengan syirik.
Setelah Daulat Murabitin melemah, maka Muhammad bin Taumart berambisi menjatuhkan daulat tersebut dan di baiat menjadi khalifah tahun 514 H. Langkah pertama yang dilakukan Muhammad bin Taumart adalah mengajak para kabilah - kabilah  untuk bergabung bersamanya dan yang menolak diperangi. Pada tahun 524 H / 1129 M dibawah pimpinann Muhammad Al Basyir Al Wansyarisi daulat Muwahiddin menyerang Maroko yang dikenal dengan Perang Buhairah. Namun daulat Muwahiddin kalah dan mengakibatkanya Muhammad bin Taumart meninggal. Sepeninggal beliau maka dewan menteri (Al Ansyirah) membaiat Abdul Mu'min sebagai penggantinya dengan pertimbangan
1. Abdul Mukmin dianggap paling dekat dengan Muhammad bin Taumart
2. dikenal sebagai orang yang berpengalaman dan berpengetahuan luas, pintar dan pemberani.
Dibawah khalifah Abdul Mu'min satu per satu wilayah kekuasaan Murabitin dikuasai, kota Fez yaitu kota terbesar kedua dikuasai setelah Maroko dapat dikuasainya. Tahun 1152 M Aljazair tunduk, kemudian Tunisia, tahun 1160 M dapat mengalahkan Tripoli (Libya) yang menunjukkan bahwa pemerintahan beliau memiliki prestasi yang gemilang dengan mempunyai wilayah dari Tripoli sampai Samudra Atlantik sebelah barat.

Daulat Muwahiddin di Andalusia
 
Daulat Murabitin mengalami kemunduran dengan tidak mendapat simpati rakyat dan orang - orang Arab Andalusia membuat orang - orang Andalusia meminta pertolongan kepada Daulat Muwahiddin. Kesempatan ini dimanfaatkan Abdul Mu'min untuk merebut kekuasaaan pada tahun 540 H dan sejak saat itulah Daulat Muwahiddin berkuasa di Andalusia.
Puncak kejayaan Daulat Muwahiddin dicapai ketika dipimpin oleh Khalifah Ya'kub bin Yusuf bin Abdul Mu'min dengan memajukan peradaban Islam antara lain :
1. membangun dan menambah masjid dan rumah sakit
2. memajukan ilmu pengetahuan dengan munculnya cendekiawan muslim yaitu
  • Ibnu Rusyid dengan karyanya Averoes
  • Ibnu Zuhry dengan karyanya  Kitab Tasyir yang berisi tentang ilmu obat - obatan.
  • Ibnu Khaldun dengan karyanya Muqaddimah tentang ilmu Sejarah
  • Abu Qasim al Zahrawi dengan karyanya Metode Pembedahan
  • Al Khazini dengan karyanya tentang Meteorologi
  • Muhammad, Ahmad dan Hasan dengan karya Book of Artificies yang berisi 100 model konstruksi teknik dan 20 ilmu terapan 
3. pada tahun 592 H merebut kembali wilayah - wilayah yang dikuasai oleh Alfonso dari Castilia

sepeninggal Ya'kub bin Yusuf dan digantikan putranya yaitu Muhammad bin Ya'kub bergelar Nashir Lidinillah yang masih berusia 17 tahun membuat kendali negara lebih banyak dipegang Menterinya dan berebut simpati khalifah Muhammad. Hal ini dimanfaatkan oleh lawan - lawan Daulat Muwahiddin, kerajaan - kerajaan kecil berusaha melepaskan diri dan ancaman dari pihak kristen.
Sebab - sebab mundurnya Daulat Muwahiddin :
a. Lemahnya kepemimpinan Nashir Lidinillah
b. Adanya serangan dari Salibis yang dipimpin oleh Paus Innocentius III
Tahun 609 H / 1212 M raja - raja Kristen dengan pasukan Salibnya mampu mengalahkan umat Islam dalam perang di Las Navaz sejak saat itu Andalusia terpecah dengan pemerintahan Bani Ahmar di Granada yang memiliki kemampuan untuk menahan serangan dari kerajaan kristen.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar